CIRI BUDAYA AUSTRONESIA DI KAWASAN ENREKANG SULAWESI SELATAN

Main Article Content

Nani Somba

Abstract

Enrekang is one of the regencies in South Sulawesi which having less attention in archaeo­logical research. The research of Collo sites shows some of its importance, that is an old abandoned settlement and a shelter burial. The findings at Bambapuang's region, especially from Collo site seems showing its relationship with the character of early agricultural tradition while keep inheriting the late-Neolithic stone tools tradition. The basic character of the cultures in Bambapuang region relates with flakes technology, pottery, and ancestor's worship. The preliminary conclusion from all of the researches in Enrekang is that the first chronology of the settlement growth in Bambapuang Regency--especially at Collo site was at the same period with the spread of Austronesia in Nusantara Archipelago.


Enrekang adalah salah satu kabupaten di Sulawesi Selatan yang kurang perhatian dalam penelitian arkeologi. Penelitian situs Collo menunjukkan beberapa aspek pentingnya, yaitu pemukiman tua yang ditinggalkan dan pemakaman. Temuan di wilayah Bambapuang, terutama dari situs Collo tampaknya menunjukkan hubungannya dengan karakter tradisi pertanian awal sambil tetap mewarisi tradisi alat-alat batu Neolitik akhir. Karakter dasar budaya di wilayah Bambapuang terkait dengan teknologi serpih, tembikar, dan pemujaan leluhur. Kesimpulan awal dari semua penelitian di Enrekang adalah bahwa kronologi pertama pertumbuhan permukiman di Kabupaten Bambapuang - terutama di lokasi Collo - adalah - pada periode yang sama dengan penyebaran Austronesia di Kepulauan Nusantara.


Article Details

Section
Articles

References

Bellwood, Peter. 2000. Prasejarah Kepulauan Indo-Malaysia. Edisi Revisi, Alih bahasa oleh T.W. Kamil. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Hardiati, Endang Sri. 1998. "Catatan Atas Temuan Arca Terakota di Kabupaten Bantaeng", WalennaE 1 (l): hal. 43-50.

Hasyim, Muh. 1991. "Duni Sebagai Wadah Kubur di Kaluppini, Kabupaten Enrekang (Sebuah Tinjauan Arkeologi)". Skripsi. Ujungpandang: Fak. Sastra Universitas Hasanuddin.

Mahmud, M. Irfan. 2001. "Determinasi Budaya Islami di Wilayah Pinggiran Kekuasaan Bugis", Walennae, 4 (6): hal. 73-90

Simanjuntak, Harry Truman, et.al. 1986. "Laporan Penelitian Arkeologi Limasari", Berita Penelitian Arkeologi No. 34.

Simanjuntak, Harry Truman, et.al. 1992. "Penelitian, Arkeologi Situs Baseh", dalam Laporan Penelitian Arkeologi. Yogyakarta: Balai Arkeologi Yogyakarta.

Simanjuntak, Harry Truman, et.al. 2008. "Minanga Sipakko and the Neolithic of the Karama River" in Autronesian in Sulawesi. Jakarta: Center for Prehistoric and Austronesian Studies (CPAS).

Soegondho, Santoso. 1990. "Tinjauan terhadap Situs Plawangan", dalam Analisis Hasil Penelitian Arkeologi 1: hal. 6-19.

Soejono, R.P. 1984. Sejarah Nasional Indone¬sia I. Jakarta: Balai Pustaka.

Soejono, R.P. 1987. "Lingkungan dan Budaya Plestosen di Indonesia", dalam Geologi Kuarter dan Lingkungan Hidup. Bandung: Departemen Pertambangan dan Energi, Direktorat Geologi dan Sumberdaya Mineral, Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi.

Solheim II, W.G. 1965. "The Functions of Southeast Asia: From the Present to the Past", in Frederick R. Matson (ed.), Ceramics and Man. New York: University of Chicago, p. 254-74.

Triwurjani. 1995. "Lokasi Situs-Situs Arkeologi di Kawasan DAS Way Sekampung. Makalah Seminar Manusia dalam Ruang Studi Kawasan Arkeologi, Yogyakarta, 15-16 Maret 1995.

Widianto, Harry, 2008. Human Arrival and its Dispersal during the Holocen in Sulawesi. Austronesia in Sulawesi (Truman Simanjuntak, editor). Center for Prehistoric and Austronesia Studies.

Yondri, Lutfi. 1996. "Penggunaan Kayu dalam Tradisi Budaya Megalitik (Sebuah Tinjauan Pendahuluan)", dalam Jurnal Penelitian Balai Arkeologi Bandung 3 hal. 13-19.