INDIKASI PENGARUH KEBUDAYAAN PERSIA DI SULAWESI SELATAN: KAJIAN ARKEOLOGI ISLAM

Main Article Content

Chalid AS

Abstract

transformation of Islamic teachings is one part of the historical phase in South Sulawesi. With various lines of arrival and a series of processes of Islamic socialization, it has implications for the acculturation and assimilation of culture. Persia as one of the cultural bases that played a role in the Islamization the process helped influence and colour the culture of Islamic societies in South Sulawesi. Archaeologically, the indication is illustrated by observing the attributes of Persian culture that attached to several steps of the tomb, headstone, and flag buildings in South Sulawesi. The method used forms analysis to obtain attributes of attributes, then the historical analysis is used to measure aspects of the similarity of ideas contained in these relics. Archaeologically, the indications and effects (transformation) of Persian culture in South Sulawesi is illustrated in (1) the tradition of establishing vaulted tomb buildings in people who are considered to have an important role in the sociological and religious aspects, the use of attributes in the form of lion embodiments in gravestones flags to represent the values (attitudes) of heroes, brave men, warriors, warfare, the use of figurative decorations on tombs as an attempt to demonstrate sociological conditions and personal values as a past inspiration in relation to maintaining the collective memory of society from time to time future.


Transformasi ajaran Islam adalah salah satu bagian dalam fase sejarah di Sulawesi Selatan. Dengan berbagai alur kedatangan dan rangkaian proses sosialisasi Islam, memberikan implikasi terjadinya akulturasi dan asimilasi budaya. Persia sebagai salah satu basis budaya yang berperan dalam proses Islamisasi, turut memberi pengaruh dan mewarnai kebudayaan masyarakat Islam di Sulawesi Selatan.Secara arkeologis indikasi tersebuttergambar dengan mengamamati atribut kebudayaan Persia yang melekat pada beberapa peniggalan bangunan makam, nisan, dan bendera yang ada di Sulawesi Selatan. Metode yang digunakan adalah analisis bentuk untuk memperoleh unsur kesamaan wujud atribut, kemudiandigunakan analisis historis dalam menakar aspek kesamaan gagasan yang terkandungpada peninggalan tersebut. Secara arkeologis, bentuk-bentuk indikasi dan pengaruh (tranformasi) budaya Persia di Sulawesi Selatan tergambar pada (1) tradisi mendirikan bangunan makam berkubah pada orang yang dianggap memiliki peranan penting pada aspek sosiologi dan keagamaan, adanya penggunaan atribut berupa penggunaan perwujudan singa pada nisan dan bendera untuk merepresentasikan nilai (sikap) kepahlawan, pemberani, laki-laki, prajurit, peperangan, penggunaan ragam hias figuratif pada makam sebagai upaya dalam mendemostrasikan kondisi-kondisi sosiologis dan nilai kepribadian sebagai suatu inspirasi masa lalu dalam hubungannya menjaga ingatan kolektif masyarakat dari masa ke masa.

Article Details

Section
Articles

References

Anwar, Idwar, 2007. Ensiklopedia Kebudayaan Luwu. Palopo: Komunitas Sawerigading

Atha’na, Supa, 2010. Jejak-Jejak Syiah (Persia) di Sulawesi : Studi Awal Kasus Suku Bugis, Makassar Dan Mandar. Jurnal al-qurba, Vol. 1 No. 1, November 2010. Hal 82-113. Komunitas Mafatihul Jinan.

Bachrir, S., 2010. Perbandingan Bentuk dan Ragam Hias Nisan Makam Islam pada Wilayah Pesisir dan Wilayah Pedalaman di Sulawesi Selatan. Skripsi Universitas Hasanuddin.

Boechari, S.I., 2001. Sejarah Masuknya Islam dan Beberapa Teori Islamisasi di Indonesia. Jakarta: Sekolah Tinggi Agama Islam (STIAI) “Publistik Thawalib”.

Brunessen, van Martin. 2010. Najmuddin al-Akbar, Jumadil Kubra dan jamaluddin al-Akbar: Jejak Pengaruh Kubrawiyya Pada Permulaan Islam di Indonesia. Jurnal al-qurba, Vol. 1 No. 1, November 2010. Hal 24-57. Komunitas Mafatihul Jinan.

Duli, Akin. 2012. Kajian Terhadap Peninggalan Budaya Awal Kejayaan Islam di Tosora-Wajo, Abad xvii - xviii. Dalam Jurnal Al-Fikr, edisi Desember 2012. Makassar: Universiti Islam Negeri (UIN).

Duli, Akin. 2013. The Mandu Coffin: A Boat Symbol of Ancestral Spirits Among the Enrekang People of South Sulawesi. Journal RIMA (Review of Indonesian and Malaysian Affairs), Vol 47, No. 1, 2013. Cambera: Australian National University and University of New South Wales, Australian Defence Force Academy.

Duli, A., Rahman, A., Sulistyo, B., Muhaeminah, Raodah, Rosmawati, Sumalyo, Y.,. 2013. Monumen Islam di Sulawesi Selatan. Makassar: Identitas Unhas dan Balai Pelestarian Cagar Budaya.

Duli, Akin. 2014. Monumen Islam di Sulawesi Barat. Makassar: Balai Pelestarian Cagar Budaya Makassar.

Farrok, Kaveh. 2009. http://w.w.w.kavehfarrok.com/news/the-lion-and-sun-motif-of Iran-a-brief-analysis/. The Lion And Sun Motif Of Iran: A Brief Analysis. Diakses pada Tanggal 18 Novemeber 2012.

Hasanuddin dan Burhan, B., 2011. Bentuk dan Ragam Hias Makam Islam Kuno di Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan. dalam Walennae, 13 (1), 85–100.

Icro, (Iran The Cradle Of Civilization). 2009 “Iran Tanah Peradaban”. Jakarta Kedutaan Republik Islam Iran di Jakarta.

Iqbal, Muhammad zafar. 2006. Kafilah Budaya: Pengaruh Persia Terhadap Kebudayaan Indonesia. Jakarta. Citra

Khosronejad, Pedram, 2008, Lions Tombstones. Encyclopaedia Iranica. Link: (http://www.iranicaonline.org/articles/lion-tombstones).

Khosronejad, Pedram. 2011. Lions’ Representation in Bakhtiari Oral Tradition and Funerary Material Culture.

Mappangara, Suriadi dan Abbas, Irwan. 2003. Sejarah Islam Di Sulawesi Selatan. Makassar. Lamacca Press.

Maryam Ashkan and Yahaya Ahmad, 2009. Persian Domes: History, Morphology And Typologies. International Journal of Architectural Research. Volume 3 - Issue 3 -November 2009. Archnet-IJAR.

Mulyadi, Y., dan Nur, M., 2017. Ragam Hias pada Makam di Komplek Mesjid Makam Turikale di Maros Sulawesi Selatan. Kalpataru, 26 (1), 27–36.

Nur, M., & Hasanuddin., 2017. Unsur budaya Prasejarah dan Tipo-kronologi Nisan di Kompleks Makam Mattakko, Maros, Sulawesi Selatan. dalam Arkeologi Papua, 9 (1), 59– 70.

Nur, M., 2018. Transformasi Bentuk Makam Raja-Raja Tanete dari Abad ke-17 hingga Abad ke-20. Walennae, 16 (1), 55–68.

Oloan, Situmorang. 1993. Seni Rupa Islam: Pertumbuhan Dan Perkembangannya. Bandung: Penerbit Angkasa

Rosmawati. 2013. Tamadun Awal Islam di Sulawesi Selatan, Indonesia: Dari Perspektif Arkeologi dan Sejarah. Disertasi. Penang: PPAG-USM.

Rosmawati, 2017. The Manifestation of Malay and Local Cultural Acculturation at the Beginning of Islamization at Luwu, Case Studi at Lokko’e Tomb Complex, Palopo. Asian Journal of Socia Sciences & Humanities Vol. 6(2) May 2017. Japan: Luna.

Sewang, M. Ahmad. 2005. Islamisasi Kerajaan Gowa, (Abad XVI Sampai Abad XVII). Jakarta.Yayasan Obor Indonesia.

Sunyoto, Agus. 2010. Pengaruh Persia pada Sastra dan Seni Islam Nusantara dalam Jurnal al-qurba , Jurnal al-qurba, Vol. 1 No. 1, November 2010. Hal 129-139. Komunitas Mafatihul Jinan.

Supratman, 2013. Jejak Pengaruh Syiah (Persia) di Sulawesi: Studi Kasus Suku Bugis, Makassar, dan Mandar. dalam Sejarah dan Budaya Syiah di Asia Tenggara, penyunting Dicky Sofjan. Yogyakarta: Penerbit Sekolah Pascasarjana Universitas Gajah Mada.

Tanavoli, Parviz. 1985. Lion Rugs; The Lion in Art and Culture of Iran. New York. Trans Book.