VILLA YULIANA: BANGUNAN BERARSITEKTUR INDIS DI KABUPATEN SOPPENG, SULAWESI SELATAN

Main Article Content

Hasrianti Hasrianti

Abstract

Villa Yuliana adalah bangunan kolonial Belanda di Jl. Pengayoman No 1, Kecamatan Botto, Kecamatan Lalabata, Watansoppeng, Soppeng, Sulawesi Selatan. Bangunan ini dibangun pada 1905-1909. Makalah ini bertujuan untuk menjelaskan Villa Yuliana sebagai contoh arsitektur Indies. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif-induktif menggunakan analisis bentuk dan tipologi melalui proses sintesis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Villa Yuliana dominan dipengaruhi oleh arsitektur bangunan kolonial tetapi dengan beberapa pengaruh dari arsitektur rumah Bugis. Arsitektur bangunan kolonial merupakan perpaduan dari gaya klasik, seperti Hindia Belanda (Indische Empire), Renaissance, gaya Victorian dan Gothic, dengan gaya modern seperti Art Nouveau. Penggabungan arsitektur Bugis, terlihat di atap pelana dengan overhang, beranda, dan lantai kayu dan langit-langit, merupakan upaya untuk beradaptasi dengan iklim tropis.

 

 

Villa Yuliana is a Dutch colonial building at Jl. Pengayoman No. 1, Botto District, LalabataSubdistrict,Watansoppeng, Soppeng, South Sulawesi. The building was built in 1905–1909. Thispaper aims toexamine Villa Yuliana as an exemplar of Indies architecture. The employed research methods arequalitative-inductive using shape analysis and typology through a data synthesis process. The resultsshow that Villa Yuliana was predominantly influenced by colonialbuilding architecture but with someinfluence from Bugis house architecture. The colonial building architecture is a fusion of classic styles,such as the Dutch East Indies (Indische Empire), Renaissance, Victorian and Gothic styles, with modernstyles such as Art Nouveau. The incorporation of Bugis architecture, visible in the saddle roof with anoverhang, the veranda,and wooden floors and ceilings, was an attempt to adapt to the tropical climate.

Article Details

Section
Articles

References

Abbas, Novida. 2006. Warna Eropa dalam Wajah Kota. Dalam Rr. Triwurjani, dkk. Permukiman di Indonesia: Perspektif Arkeologi. Jakarta: Departemen Kebudayaan dan Pariwisata.

Agustono, dkk. 2003. Laporan Pendataan Kerusakan dan Penggambaran Situs Bangunan Villa

Yuliana di Kabupaten Soppeng Tahun 2003. Makassar: Kantor Balai Pelestarian Purbakala Wilayah Propinsi Sulawesi Selatan, Tenggara dan Tengah (Tidak Terbit).

Anonim. 2004. An Introduction to Historical Archaeology: Revealing the Past. Parramatta: New South Wales Heritage Office. http://www.environment.nsw.gov.au.pdf (Diakses 19-06- 2012).

Funari, Pedro Paulo.A., Martin Hall dan Sian Jones (Ed). 1999. Historical Archaeology: Back From The Edge. London: Routledge.

Handinoto. 2008. Daendels dan Perkembangan Arsitektur di Hindia Belanda Abad 19. Dimensi (Journal of Architecture and Built Environment), Vol. 36, No. 1, Juli 2008, Hal. 43 – 53. http://puslit2.petra.ac.id/ejournal (Diakses 31-03-2013).

Hartono, Samuel dan Handinoto. 2006. Arsitektur Transisi di Nusantara dari Akhir Abad XIX ke

Awal Abad XX (Studi Kasus Kompleks Bangunan Militer di Jawa pada Peralihan Abad

XIX ke XX). Dimensi (Journal of Architecture and Built Environment), Vol. 34, No. 2, Desember 2006. http://puslit2.petra.ac.id/ejournal (Diakses 31-03-2013).

Hasan, Raziq dan Hendro Prabowo. 2002. Perubahan Bentuk dan Fungsi Arsitektur Tradisional

Bugis di Kawasan Pesisir Kamal Muara, Jakarta Utara. Dipresentasikan dalam

Internasional Symposium ‗Building Research and the Sustainability of the Build

Environment in the Tropics‘, 14-16 Oktober 2002, oleh Universitas Taruna dan Oxford Brookes University-United Kingdom. http://raziqhasan.staff.gunadarma.ac.id/.../files/.../Jurnal+Bugis.doc, diakses 31-03-2013.

Heryanto, Bambang, 2011. Roh dan Citra Kota: Peran Perancangan Kota Sebagai Kebijakan

Publik. Surabaya: Brilian Internasional.

Juhana. 2001. Arsitektur dalam Masyarakat: Pengaruh Bentukan Arsitektur dan Iklim Terhadap Kenyamanan Thermal Rumah Tinggal Suku Bajo di Wilayah Pesisir Bajoe Kabupaten

Bone Sulawesi Selatan. Semarang: Bendera.

Khatimah, Khusnul, 2002. Pengelolaan Villa Yuliana di Watansoppeng Kabupaten Soppeng. Skripsi Sarjana. Makassar: Jurusan Arkeologi Fakultas Sastra Universitas Hasanuddin.

Koentjaraningrat. 2002. Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: Rineka Cipta.

Latief, Luciana. 2009. Studi Gaya Desain pada Interior Pusat Kebudayaan Prancis (CCCL) di

Surabaya. Dimensi Interior, Vol. 7, No.1, Juni, 2009. Hal. 65-81. http://puslit2.petra.ac.id/ejournal (Diakses 12-03-2013).

Mardanas, Izarwisma, dkk (Ed). 1985. Arsitektur Tradisional Daerah Sulawesi Selatan. Makassar: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Maryaeni. 2005. Metode Penelitian Kebudayaan. Jakarta: Bumi Aksara.

Morrel, Elizabeth. 2005. Simbolisme, Ruang dan Tatanan Sosial. Dalam Kathryn Robinson dan Mukhlis Paeni (Ed). Tapak-tapak Waktu: Sejarah, Kebudayaan, dan Kehidupan Sosial di Sulawesi Selatan. Makassar: Ininnawa.

Nuralia, Lia. 2009. Gedung Juang ’45 (Gedung Tinggi) Bekasi: Mengkaji Jejak Sejarah dan

Arkeologi Periode Kolonial. Dalam Dr. Agus Arif Munandar (Ed). Widyamala: Arkeologi dan Masyarakat. Bandung: Alqaprint Jatinangor.

Safeyah, Muchlisiniyati. 2006. ―Perkembangan Arsitektur Kolonial di Kawasan Potroagung”. Jurnal Rekayasa Perencanaan, Vol. 3, No. 1, Oktober 2006. http://eprints.upnjatim.ac.id/1275/1/TA-Muchlisiniyati_31.pdf (Diakses 11-12-2012).

Said, Chaksana A.H. 2006.Karakteristik Masa Sejarah dalam Perspektif Arkeologi. Dalam Rr. Triwurjani, dkk. Permukiman di Indonesia: Perspektif Arkeologi. Jakarta: Departemen Kebudayaan dan Pariwisata.

Saing, Ama, 2010. Rumah Adat Bugis Makassar (Suatu Tinjauan Arkeologis). Makassar: Indhira Art.

Savitri, A. Dian, 2007. Situs-situs Kerajaan Soppeng di Kabupaten Soppeng (Analisis Arkeologi Keruangan). Skripsi Sarjana. Jurusan Arkeologi Fakultas Sastra Universitas Hasanuddin.

Soekiman, Djoko. 2000. Kebudayaan Indis. Yogyakarta: Yayasan Bentang Budaya.

Sumalyo, Yulianto. 2005. Arsitektur Modern Akhir Abad XIX dan Abad XX, Edisi ke-2. Yogyakarta: Gajah Mada University Press.

Tangke, A. Wanua dan Anwar Nasyaruddin. 2007. Orang Soppeng Orang Beradab: Sejarah,

Silsilah Raja-raja, dan Objek Wisata. Makassar: Pustaka Refleksi.

Tim Pusat Dokumentasi Arsitektur (Ed). 2011. Pengantar Panduan Konservasi Bangunan

Bersejarah Masa Kolonial. Jakarta: Kerjasama Pusat Dokumentasi Arsitektur dan Badan Pelestarian Purbakala Indonesia.

Zarankin. 2005. Walls of Domestication: Archaeology of the Architecture of Capitalist Elementary Public Schools. Dalam Pedro Paulo Funari, dkk (Ed). Global Archaeological Theory: Contextual Voices and Contemporary Thoughts. Newyork: Kluwer Academic.