CASTING OF THE HUMAN SKELETON AT LEANG JARIE, MAROS: A PRESERVATION AND RESCUING FOR ARCHAEOLOGICAL DATA

Main Article Content

Lenrawati
http://orcid.org/0000-0002-4637-8741
Budianto Hakim

Abstract

Temuan rangka manusia Leang Jarie, berada dalam wilayah Kecamatan Simbang, Kabupaten Maros. Temuan rangka ini memperlihatkan kondisi yang sudah mulai rapuh. Kondisi inilah yang kemudian menjadi salah satu alasan untuk dilakukan dokumentasi dan penyelamatan. Dokumentasi yang dilakukan melalui pembuatan replika. Replika atau duplikasi dihasilkan melalui pembuatan casting pada rangka manusia tersebut. Tujuan pembuatan replika manusia untuk pelestarian nilai budaya serta untuk penyelamatan data arkeologi sebagai bahan pembelajaran atau pameran. Metode yang digunakan berupa pengumpulan data, pengelompokan data dan pembuatan replika rangka manusia di Leang Jarie. Pembuatan replika rangka manusia secara insitu memiliki tahapan dan proses kerja yang cukup memerlukan tenaga dan waktu, karena sebelum dilakukan casting diperlukan penanganan temuan terlebih dahulu agar objek tidak rusak akibat pembuatan pola cetakan. Hal yang perlu diperhatikan adalah pembuatan adonan untuk menghasilkan replika rangka manusia Leang Jarie, yang sesuai dengan bentuk aslinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa replika yang dihasilkan tidak 100% terekam secara keseluruhan tetapi beberapa informasi sudah dapat diamati tanpa perlu ke situs. Casting rangka manusia di Leang Jarie merupakan benda replika yang sengaja dibuat untuk dapat di pamerkan ke publik dan sebagai bentuk pelestariannya.


 


 


The human skeleton of Leang Jarie was discovered in the Simbang District of Maros Regency. The discovery of this skeleton indicates that its condition has deteriorated. This became one of the causes for documenting and rescue later. The production of replicas is used to document the process. Castings of the human skeleton are used to create replicas or duplications. The goal of creating human replicas is to conserve cultural values while also preserving archaeological data for use as educational materials or displays. In Leang Jarie, the process is data collecting, data aggregation, and the creation of a human skeleton model. Making an in-situ copy of a human skeleton has steps and labor processes that require a lot of energy and time, because it's required to handle the object first so that it doesn't get harmed while the mold pattern is being made. The production of dough to create a copy of Leang Jarie's human skeleton that is accurate to the original form is something that must be considered. The result revealed that while the replicas produced were not 100% accurate but some information could be observed without having to visit the site. The human skeleton casting at Leang Jarie is a reproduction that was created with the intention of being displayed to the public and preserved.

Article Details

Section
Articles

References

AKW, B. (2006). Ceruk La Sabo di Pulau Muna, Sulawesi Tenggara: Indikasi Permukiman Prasejarah? Walennae: Jurnal Arkeologi Sulawesi Selatan Dan Tenggara, 9(2), 62–70. https://doi.org/10.24832/wln.v9i2.180

Fakhri. (2017). Identifikasi Rangka Manusia Situs Gua Balang Metting, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. Walennae: Jurnal Arkeologi Sulawesi Selatan Dan Tenggara, 15(2), 89–100. https://doi.org/10.24832/wln.v15i2.34

Fakhri, & Hakim, B. (2019). Identifikasi Awal dan Rekonstruksi Aspek Biologis Temuan Rangka Manusia Lj-1 Situs Leang Jarie, Maros, Sulawesi Selatan. Walennae: Jurnal Arkeologi Sulawesi Selatan Dan Tenggara, 17(2), 113–124. https://doi.org/10.24832/wln.v17i2.344

Fakhri, Hakim, B., Yulastri, Salmia, & Suryatman. (2021). Pemanfaatan Fauna Vertebrata dan Kondisi Lingkungan Masa Okupasi 8.000-550 BP di Situs Leang Jarie, Maros, Sulawesi Selatan. Amerta, 39(1), 17–34. https://doi.org/10.24832/amt.v39i1.17-34

Hakim, B. (2011). Pola Pikir dan Tingkah Laku Manusia Prasejarah (Toala?) di Situs Gua Batti, Bontocani: Berdasarkan Variabilitas Temuan Arkeologis. Walennae: Jurnal Arkeologi Sulawesi Selatan Dan Tenggara, 12(1), 47–60. https://doi.org/10.24832/wln.v13i1.250

Hakim, B. (2017). Interpretasi Awal Temuan Gigi Manusia di Situs Bala Metti, Bone dan Situs Leang Jarie, Maros, Sulawesi Selatan. Walennae: Jurnal Arkeologi Sulawesi Selatan Dan Tenggara, 15(1), 19–30. https://doi.org/10.24832/wln.v15i1.10

Hasanuddin. (2002a). Beberapa Konsep Kebudayaan dan Aplikasinya Dalam Arkeologi. Walennae: Jurnal Arkeologi Sulawesi Selatan Dan Tenggara, 5(8), 5–14. https://doi.org/10.24832/wln.v5i1.140

Hasanuddin. (2002b). Pemanfaatan Situs Gua Sebagai Strategi Adaptasi Manusia Prasejarah di Maros, Sulawesi Selatan. Walennae: Jurnal Arkeologi Sulawesi Selatan Dan Tenggara, 5(9), 5–10. https://doi.org/10.24832/wln.v5i2.152

Hasanuddin. (2009). Indikasi Permukiman Situs-Situs Berciri Austronesia di Pantai Timur dan Selatan Pulau Selayar. Walennae: Jurnal Arkeologi Sulawesi Selatan Dan Tenggara, 11(2), 83–98. https://doi.org/10.24832/wln.v11i2.210

Intan, M. F. S. (2001). Perspektif Geologi Ruang-Ruang di Kompleks Situs Gua Maros. Walennae: Jurnal Arkeologi Sulawesi Selatan Dan Tenggara, 4(2), 33–45. https://doi.org/10.24832/wln.v4i2.130

Kosasih, E. A. (2003). Hunian Awal Manusia Berdasarkan Potensi Sumberdaya Alam: Pembahasan Tentang Mata Pencaharian yang Bermakna Sosial-Ekonomi. Walennae: Jurnal Arkeologi Sulawesi Selatan Dan Tenggara, 6(10), 5–14. https://doi.org/10.24832/wln.v6i2.164

Lenrawati. (2020). Casting: A Method of Archaeological Data Recording in Saving the National Cultural Heritage History Values. Walennae: Jurnal Arkeologi Sulawesi Selatan Dan Tenggara, 18(2), 83–94. https://doi.org/10.24832/wln.v18i2.402

Nugroho, D. (2009). Laporan Workshop Pembuatan Casting Tahap III.

Rasyid, A. (2017). Teknik Pembuatan Serpih Bilah Dengan Pendekatan Arkeologi Eksperimental. Walennae: Jurnal Arkeologi Sulawesi Selatan Dan Tenggara, 15(2), 127–144. https://doi.org/10.24832/wln.v15i2.273

Saiful, A. M., & Hakim, B. (2016). Interaksi Manusia Terhadap Binatang di Gua Batti. Walennae: Jurnal Arkeologi Sulawesi Selatan Dan Tenggara, 14(1), 1–10. https://doi.org/10.24832/wln.v14i1.35

Sukendar, H. (1999). Metode Penelitian Arkeologi.

Suryatman, Hakim, B., Mahmud, Muh. I., Fakhri, Burhan, B., Oktaviana, A. A., Saiful, A. Muh., & Syahdar, F. A. (2019). Artefak Batu Preneolitik Situs Leang Jarie: Bukti Teknologi Maros Point Tertua di Kawasan Budaya Toalean, Sulawesi Selatan. Amerta1, 37(1), 1–17. https://doi.org/10.24832/amt.v37i1.

Wijayanti, A. (2017). Laporan Workshop Casting Tahap I.