GAMBARAN UMUM SITUS GERABAH MANDING SULAWESI BARAT

Main Article Content

Citra Andari

Abstract

Earthenware vessel is one of archaeological artifacts made of clay which has been known since prehistoric, the era when human started to plant and staying in one place. Staying together in one village cause knowledge which has to be arrange increased. Technology to produce daily goods started to be increased by making things of clay. Before human knew making stuff made of clay, their needs of organic stuff was still used until now, even earthenware vessel could be made.


Bejana tembikar adalah salah satu artefak arkeologis yang terbuat dari tanah liat yang telah dikenal sejak prasejarah, Era ketika manusia mulai menanam dan tinggal di satu tempat. Bermukim di satu desa dapat menyebabkan pengetahuan bertambah. Teknologi untuk menghasilkan barang sehari-hari mulai meningkat dengan membuat bahan dari tanah liat. Sebelum manusia tahu membuat bahan  yang terbuat dari tanah liat, kebutuhan mereka akan bahan organik masih digunakan sampai sekarang, bahkan tembikar pun dapat dibuat.


Article Details

Section
Articles

References

Diniasti, Alisia. 1994.'"Analisis Gerabah Prasejarah: Upaya untuk Mencari Kaitan antara Jenis Hiasan dan Sifat Lingkungan". Makalah EHPA di Palembang (belum terbit).

Fontain, Jan, Soekmono, Setyawati Sulaiman. 1972. Kesenian Indone¬sia Purba. The Asia Society Inc.

Hadimuljono. 1977. "Sumbangan Keramik Asing Bagi Penelitian Arkeologi di Daerah Sulawesi Selatan". Lokakarya Arkeologi. Lembaga Penelitian dan Penggalian Nasional. Jakarta.

Mc. Kinnon, Edward F. 1991. Buku Panduan Keramik. IFSA. Trowulan.

Soegondo, Santoso. 1989. "Gambaran Tentang Sistem Produksi dan Distribusi Gerabah di Plawangan". Makalah PIA V. Pusat Penelitian Arkeologi Nasional Nasional. Jakarta.

Soejatmi, Satari. 1987. "Seni Hias, Ragam, dan Fungsinya: Pembahasan Singkat Tentang Seni Hias dan Hiasan Kuno". DIA II. IAAI. Jakarta.