MANFAAT PELESTARIAN WARISAN BUDAYA BAWAH AIR

Main Article Content

Danang Wahju Utomo
Nani Somba

Abstract

Penelitian ini membahas mengenai pemanfatan dari peninggalan arkeologi bawah air serta kendala-kendala yang sedang dihadapi dalam pemanfaatan sumberdaya arkeologi bawah air. Hal ini bertujuan untuk penelitian arkeologi bawah air dapat lebih diperhatikan dan tidak hanya melakukan penelitian yang berorientasi ke arah daratan saja. Hasil yang diperoleh dari berbagai ulasan manfaat warisan budaya bawah air dan kendala yang dihadapi memperlihatkan bahwa dalam pemanfaatan warisan budaya bawah air sangat terkait dengan tersedianya sumberdaya manusia yang mumpuni serta sarana-prasarana yang memadai sesuai dengan kebutuhan. Pemanfaatan ini juga dapat berjalan dengan baik apabila diikuti dengan penerapan peraturan perundangan yang berlaku.

Article Details

Section
Articles

References

Anonim, 1997. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 1992 Tentang Benda Cagar Budaya. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

-------------, 1997. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 1993 Tentang Pelaksanaan Undang Undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 1992 Tentang Benda Cagar Budaya. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

-------------, 1998. Laporan Hasil Survei Ba wah Air Ka rang Samme di Taka' Bulango Selat Makassar, Kabupaten Pangkep, (tidak terbit). Ujungpandang: Suaka Peninggalan Sejarah dan Purbakala Sulselra.

-------------, 2000. Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 39 Tahun 2000 Tentang Petunjuk Teknis Perijinan Pengangkatan Benda Berharga Asal Muatan Kapal yang Tenggelam.

Drajat, Hari Untoro, 2001. "Konvensi Internasional Tentang Underwater Cultural Heritage clan Prospek Pengaturannya di Indonesia", dalam Diskusi Ilmiah Arkeologi XII 16 Juni 2001, (belum terbit). Makassar: Ikatan Ahli Arkeologi Indonesia.

-------------, 2001. "Penelitian Arkeologi daiam Proses Pengclolaan W arisan Budaya pada Era Otonomi Daerah", dalam Evaluasi Hasil Penelitian Arkeologi. Yogyakarta: Pusat Penelitian Arkeologi Nasional.

Hamilton, D.L., 1982. "Underwater Archaeology'', E-Jurnal• Shipwrecks. Texas: Antiquities Committee Publication.

Kaligis, Albertinus, 2001. "Pentingnya Pengetahuan Akademis Penyelaman dalam Rangka Penanganan Arkeologi Bawah Air", dalam Diskusi Ilmiah Aarkeologi XII, 16 Juni 2001, (belum terbit). Makassar: Ikatan Ahli Arkeologi Indonesia.

Kasnowihardjo, Gunadi, 2001. "Arkeologi Bawah Air Kawasan Timur Indonesia: Satu Tantangan di Era Otonomi Daerah", dalam Diskusi Ilmiah Arkeologi XII, 16 Juni 2001, (belum terbit). Makassar: I.katan Ahli Arkeologi Indonesia.

-----------, 2001. Manajemen Sumber Daya Arkeologi. Makasar: Lembaga Penerbitan Universitas Hasanuddin.

Nimpoeno, John S., 1980. "Fungsi Warisan sebagai Pembentuk Sikap terhadap Pembangunan Nasional", Analisis Kebudayaan, no. 1, thn. I. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Nurhadi, 1985. "Telaah Pendahuluan Terhadap Beberapa Situs Arkeologi Bawah Air di Indonesia dan Prospek Pengembangannya", Pertemuan D.miah Arkeologi III. Jakarta: Pusat Penelitian Arkeologi Nasional.

Rahmanuddin, D.M., 1999. "Pemanfaatan Sumberdaya Arkeologi untuk Pariwisata", dalam Diskusi Ilmiah Arkeologi XI, (belum terbit). Ujungpandang: Ikatan Ahli Arkeologi Indonesia.

Sedyawati, Edy, 2001. "Menuju Arkeologi Maritim Indonesia", dalam Diskusi Ilmiah Aarkeologi XII, 16 Juni 2001, (belum terbit). Makassar: Ikatan Ahli Arkeologi Indonesia.

Soediman, 1985. ''Peranan Arkeologi dalam Pembangunan Nasional", Pertemuan Ilmiah Arkeologi llJ. Jakarta: Pusat Penelitian Arkeologi Nasional.

Utomo, Danang Wahju, 2001. "Manfaat Pelestarian Warisan Budaya "Hidup" di Sewo, Soppeng", Walennae, no. 6. Makassar: Balai Arkeologi.

-------------, 2001. ''Wisata Budaya Arkeologi: Menjembatani Dualisme Kepentingan, Memediasi Jaman", Memediasi Masa Lalu: Spektrum Arkeologi dan Pariwisata. Ed. M. lrfan Mahmud. Makassar: Balai Arkeologi.

Widyanto, Harry dan Soeroso M.P., 2000. "Penyelamatan Harta Karun", dalam diskusi panel: Harta Karon Bawah Air Tantangan Bagi Arkeologi. Jakarta.

Most read articles by the same author(s)

1 2 > >>